Geureudong Pase dalam pembenahan ekonomi
Laporan : Taufik
Untuk
membangkitkan perekonomian masyarakat Aceh pasca konflik, Pemerintah
mencanangkan program revitalisasi Perkebunan untuk masyarakat Aceh
dengan tiga jenis tanaman yakni; kepala sawit, kakao dan karet, dengan
luas areal mencapai 62.600 hektare.
Untuk
Kabupaten Aceh Utara, pemerintah menjatahkan program revitalisasi
perkebunan itu seluas 12.000 hektare dengan rinciannya, untuk Kecamatan
Geureudong Pasee yang juga merupakan kecamatan termuda di kabupaten
dimaksud seluas 4.000 hektare dengan kapasitas 700.000 bibit kelapa
sawit. Yang diserahkan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Teladan.
Kemudian
6.000 hektare diberikan kepada Koperasi Meuligo Biram, dan 3.000
hektare untuk koperasi dunia perdana. Vikram manajer Koperasi Teladan
dalam hal ini mengatakan, awalnya ini merupakan program dirinya bersama
ribuan masyarakat di empat kecamatan yakni Kecamatan Geureudong Pase,
Meurah Mulia, Samudera Geudong, dan Kecamatan Blang Mangat.
Setelah
dilakukan pembersihan lahan oleh penduduk empat kecamatan tersebut
dengan bantuan modal dari PT. Cita Rata yang juga dipegang Vikram baru
dilakukan pengajuan permohonan bantuan pada pemerintah setempat untuk
modal pembibitan. Dan ternyata, permintaannya disambut positif oleh
bupati setempat.
“Alhamdulillah,
pemerintah sudah mau membantu dan mendukung kegiatan yang kita
laksanakan selama ini. Bantuan itu diberikan lewat program revitalisasi
perkebunan. Untuk saat ini pemerintah memberikan bibit sawit sebanyak
700.000 batang dan bantuan obat-obatan,” jelas Vikram atau dikenal
dengan sapaan Ayah Banta.
Ayah
Banta juga menyebutkan, jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam program
itu, sebanyak 1.000 Kepala Keluarga (KK). Kata dia, untuk teknisi
pembibitan pihaknya meminta bantuan dari Pusat Penelitian Perkebunan
Kelapa Sawit (PPPKS) Sumatera Utara.
Silaban, ahli pembibitan dari PPPKS
mengatakan, areal perkebunan yang sudah dibersihkan dan akan dijadikan
sebagai tempat penanaman kelapa sawit perdana dari program Revitalisasi
Perkebunan menyebutkan, areal tersebut sangat ideal, karena di dukung
oleh topografinya yang tidak terlalu terjal dan tanah yang gembur,
karena menurut dia, tanah yang gembur akan memudahkan akar-akar kelapa
sawit nantinya untuk menjalar.
“Varietas
sawit yang akan kita tanam nantinya jenis DXP dan jenis sawit ini
merupakan sawit terbaik dan paling unggul saat ini di Indonesia,” kata
Silaban, seraya menambahkan, “petani hanya butuh waktu selama 24 bulan,
kemudian masyarakat sudah bisa menikmati hasilnya.”
Sesuai
dengan keterangan Silaban, jenis sawit DXP ini mampu berproduksi
sebanyak 31 ton per hektar per tahun dengan rendeman minyak sebanyak 23
hingga 25 persen.
Syarifuddin, SE
dalam kunjungannya ke lokasi penanaman perdana kelapa sawit itu
menyambut positif hasil kerja masyarakat di Kecamatan Geureudong Pase,
karena hal ini merupakan prioritas pemerintah pusat dan pemerintah
daerah selama ini. Dan katanya, ini juga kesempatan bagi masyarakat
untuk memperbaiki pembangunan ekonomi yang selama ini terpuruk akibat
konflik berkepanjangan.
“Hampir 20
tahun terjadi stagnasi pembangunan di Kabupaten Aceh Utara akibat
konflik. Baru pada 15 Agustus 2005 suasana damai bisa hadir di Aceh.
Untuk membangun Aceh Utara membutuhkan anggaran yang begitu banyak atau
sekitar tiga kali lipat dari jumlah APBD Aceh Utara itu sendiri Rp1,4
triliun,” kata Syarifuddin.
Syarifuddin
menambahkan, hal-hal yang seperti inilah yang diharapkan pemerintah
dari masyarakatnya. Karena dengan begitu, perekonomian di Kecamatan
Geureudong Pasee akan terangkat dan hendaknya kegiatan serupa juga
diikuti daerah lainnya. “Kita selalu mendukung setiap kegiatan
masyarakat yang bernilai positif,” tambahnya.
Dalam
kesempatan itu, Fuad Mukhtar, S.Sos, Camat Geureudong Pasee juga
mengucapkan banyak terima kasih kepada Ayah Banta yang telah mau berbuat
banyak demi membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. Karena
menurutnya, kegiatan itu merupakan kegiatan yang mendukung
program-program pemerintah daerah untuk menciptakan pembangunan ekonomi
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar